• Home
  • About Me
    • Contact
    • Disclosure
      • Privacy Policy
  • Parenting
    • Parenthood
    • Kids Activity
  • Lifestyle
    • Life
    • Wedding
    • Honeymoon
    • Pregnancy
    • Family
    • Healthy
    • Beauty
  • Home Project
  • Dapur Bunda Wian
    • Cooking
    • Resep
  • Blogging
    • Review
    • Tips
    • Blog Competition
    • Event
    • Sponsored Post
    • Placement
      • Product

The Hermawans Journey

  • About Me
  • Contact
  • Disclosure
  • Privacy Policy
  • Sample Page
January 30, 2016

Sayangilah mereka

Picture from Google


Pagi
ini shock baca berita tentang anak SMP yang bunih diri. Bisa bayangin
gak sih, anak seumur itu (sekitar 13/ 14 thn) bisa punya pikiran bunuh
diri. Ada apa?

Menurut cerita yang aku baca, anak ini korban broken home.
Ayah ibunya bercerai dan masing-masing sudah menikah lagi. Si anak di
titipkan ke nenek dan tantenya, sementara ayah ibunya tinggal dengan
keluarga mereka masing-masing. Whaaaattttttt!!!! Kok bisa dan tega ya…
*sedih*
Anak
ini merasa kedua orang tuanya gak sayang dia lagi. Dan dia ingin
kembali pada sang pencipta yang jelas-jelas menyayangi dan mencintainya.

Kalau
dilihat backgroundnya, anak ini gak ada kekurangannya. Sekolahnya elite
dan pinter. Tp ternyata di lubuk hati terdalamnya, dia depresi.

Baca cerita ini, kok ya ngenes ya.

Kita
(khususnya aku) kadang merasa menjadi orang tua yang baik adalah ketika
kita bisa memenuhi segala keperluan mereka, ketika kita bisa selalu
memberikan yang terbaik untuk mereka, ketika kita membanting tulang
mencari materi untuk memenuhi segala kebutuhan mereka. Malah kadang kita
mengambil dalih, waktu habis untuk mencari materi ya demi mereka. Tanpa
sadar sebenernya yang sangat mereka butuhkan bukan cuma itu. Mereka
butuh KITA. Kita dalam arti sesungguhnya, kita dalam arti fisik dan hati
kita. Ini tamparan keras banget buat aku pribadi.

Jujur,
susah untuk mengulik isi hati mereka untuk tahu apa sebenernya yang
mereka rasa. Sampai sekarang aku masih terus belajar untuk itu. Karena
tipe anak-anak aku adalah tipe yang gak bisa langsung mengungkapkan
perasaannya. Harus di puter-puter dulu obrolannya sampai akhirnya mereka
mengungkapkan perasaannya.

Poin
penting yang aku ambil dari cerita di atas adalah jangan lewatkan waktu
yang sangat berharga bersama mereka, karena mereka terus berkembang.

Pernah
gak sih ngerasa nyerah menghadapi segala polah dan tingkah laku mereka?
Kalau aku sering banget. Padahal waktu aku full buat mereka cuma di
weekend. Tapi gak jarang di weekend itulah justru taring dan tanduk aku
keluar menghadapi mereka yang akhirnya berbuntut bentakan.

Kalau
dipikir, gak selamanya kok mereka akan seperti itu. Seiring
bertambahnya usia mereka, mereka akan menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Yang gak harus diteriakin lagi untuk beresin mainan dan segala hal lain
yang membuat kita keluar tanduk dan taringnya saat ini. Iya, emang
teorinya seperti itu, tapi implementasinya susah (untuk aku). Tetep aja
tanduk dan taring keluar *malu* *nangis*.

Baca juga : Setiap Anak Berbeda


Belajar
dari cerita di awal postingan ini, yuk kita sama-sama belajar kalau
sebenernya yang anak-anak butuhkan bukan cuma materi, mainan atau baju.
Yang mereka butuhkan adalah kehadiran kita, rasa cinta dan sayang kita.
Sentuhlah hati mereka.. Sayangilah mereka..

*jadi pengen pulang meluk krucils aku*
Post Views: 816

Tags : Parenting

0
In Parenting
Next Kiat Efektif Membesarkan Anak bagi Ibu Bekerja

Related posts

Sudah Yakinkah Melepas Anak-Anak Pembelajaran...

Cara Belajar Efektif di Masa Pandemi

Perlukah Anak Diperkenalkan Dengan Gadget?...

Reader Interactions

Comments

  1. prana ningrum says

    February 2, 2016 at 6:38 am

    syedih juga ya mak mendengar cerita ini…memang perceraian itu yang mjd korban sll anak ya. smoga ini tdk terjadi di keluarga kita ya mksh sharenya salam kenal

    Reply
    • Wian says

      February 2, 2016 at 1:22 pm

      Salam kenal juga mba..
      Aamiin.. Semoga kita dijauhkan deh ya sama hal2 seperti itu.

      Reply
  2. Tyaseta Sardjono says

    February 2, 2016 at 6:49 am

    ya angka bunuh diri itu tinggi

    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    Reply
  3. Tyaseta Sardjono says

    February 2, 2016 at 6:50 am

    ya angka bunuh diri itu tinggi

    Reply
    • Wian says

      February 2, 2016 at 1:08 pm

      Miris ya mak…

      Reply
  4. yasinta astuti says

    February 2, 2016 at 8:58 pm

    Hubungan orang tua sama anak juga ngaruh ya mak.. Saya miris liat berita ini, kerasa banget gitu kan ngegedein anak kan susah ..
    Semoga anak-anak kita terhindar dari hal semacam ini amin

    Reply
    • Wian says

      February 3, 2016 at 10:47 am

      Aamiin…
      Bonding antara anak dan orang tua hrs dibangun sejak dini. Ini yang agak susah susah gampang

      Reply

Leave a Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Primary Sidebar

About

Welcome! Nama aku Wian. Kamu bisa mengenal aku lebih dekat dengan meng-klik foto aku. Jika tertarik dengan tulisan aku dan ingin bekerjasama, silahkan menghubungi melalui email she_wian@yahoo.com
Read More

Search

Archives

Categories

Recent Posts

  • TREATMENT MENGATASI BOPENG BEKAS JE...

    Beauty, Sponsored Post
  • ERHA Ultimate, Kulit Kencang dan Ce...

    Beauty
  • Donasi Rambut untuk Pejuang Kanker...

    Event, Lifestyle
  • Review Laneige Water Bank Blue Hyal...

    Beauty
  • Tips Menghilangkan Stress Dengan Hi...

    Lifestyle

Proud of Member

https://www.bloggercrony.com/ https://emak2blogger.com/ https://bloggerperempuan.com/ # https://www.jakartabeautyblogger.com/jbb-insider/

Achievement

    #     #    #
@she_wian
This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Copyright © thehermawansjourney.com Re-design by momsodell