• Home
  • About Me
    • Contact
    • Disclosure
      • Privacy Policy
  • Parenting
    • Parenthood
    • Kids Activity
  • Lifestyle
    • Life
    • Wedding
    • Honeymoon
    • Pregnancy
    • Family
    • Healthy
    • Beauty
  • Home Project
  • Dapur Bunda Wian
    • Cooking
    • Resep
  • Blogging
    • Review
    • Tips
    • Blog Competition
    • Event
    • Sponsored Post
    • Placement
      • Product

The Hermawans Journey

  • About Me
  • Contact
  • Disclosure
  • Privacy Policy
  • Sample Page
November 16, 2017

Film My Generation Bikin Orang Tua Deg-Deg-an

pemain film baru; upi rock; ifi sinema; film indonesia; film indonesia; anak generasi millenial; generasi millenial; kesalahan dalam mendidik generasi millenial; review film my generation; film my generation


Melihat segerombolan muda mudi cekakak cekikik sambil menggenggam
rokok ditangannya, sementara yang lain nongkrong di atas motor, dan
beberapa wanita terlihat diantara mereka, sukses membuat aku nggak
konsen makan. Malam itu aku dan papandut memutuskan untuk makan di luar. Dan saat itulah kami melihat pemandangan yang membuat aku nggak bisa melepaskan pandangan dari mereka.


Jangan bilang aku nggak pernah muda. Nggak mungkin lah aku tiba-tiba lahir dan jadi orang tua seperti sekarang. Akupun pernah merasakan masa-masa remaja seperti mereka. Dan akupun pernah berada di tengah-tengah pergaulan seperti itu. Tapi entah kenapa, meskipun dulu pernah juga berada di posisi mereka, melihat mereka saat ini membuat aku semakin was-was akan pergaulan di masa krucils remaja nanti. Dan nggak jarang hal ini jadi bahan diskusi aku dan papandut.

“Kalau nanti anak-anak minta ijin nongkrong malem-malem gimana?“
“Adek nanti pas SMA dikasih motor nggak?“
“Anak-anak boleh pacaran umur berapa?”

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang jadi bahan diskusi aku dan papandut setiap kami dipertemukan dengan anak remaja jaman now dengan berbagai gaya hidupnya, yang terus terang selalu membuat aku terus menatap mereka dari kejauhan mengamati tindak tanduk mereka.

Ngeri! Was-was! mungkin itu yang lebih tepat menggambarkan suasana hati aku. Kebayang dong ya, sekarang aja pergaulannya sudah seperti itu. Gimana nanti di jamannya krucils remaja? Oh No!!!

Dan mau nggak mau kita harus bisa menerima pergeseran perilaku remaja jaman sekarang (generasi millenials) dibandingkan jaman kita remaja. Nggak bisa lagi mereka disamakan dengan kita. Lalu, apakah kita sudah siap menjadi orang tua dari anak-anak generasi millenials yang tumbuh dengan berbagai problematika remaja millenials?

Inilah yang membuat IFI Sinema meluncurkan “My Generation“. Film terbaru bergenre drama remaja yang mengangkat problematika remaja millenial. Adalah Upi, seorang sutrada film yang berhasil digandeng oleh IFI Sinema. Sebelum My Generation, Mbak Upi telah mendebutkan karya film Indonesia terbaik seperti My Stupid Boss, 30 Hari Mencari Cinta, Radit Jani, Realita Cinta Rock and Roll.

My Generation Film Membuat Para Orang Tua Deg-Deg an



Empat pemain baru yang sesuai dengan karakter remaja millenials, digadang sebagai pemeran utama dalam film ini. Mereka adalah :

  1. Bryan Langelo sebagai Zeke
  2. Arya Vasco sebagai Konji
  3. Alexandra Kosasie sebagai Orly
  4. Luthesa sebagai Suki

Selain para bintang muda yang dijadikan pemeran utama dalam film My Generation, film ini juga dimeriahkan oleh pemain-pemain senior seperti : Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Surya Saputra, Joko Anwar, Indah Kalalo, Karina Suwandhi dan Aida Nurmala.




Film My Generation bercerita tentang 4 anak SMA, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Diawali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka. Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan.


Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka.


Orly sebagai perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip dan ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang melabeli kaum perempuan. Salah satunya tentang keperawanan. Oryl berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan.


Suki sebagai perempuan paling cool diantara teman-temannya. Selayaknya anak muda pada umurnya, Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha ia sembunyikan. Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negatif padanya.


Zeke, pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya, ternyata memendam masalah yang snagat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya. Zeke merasa kedua orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya.


Konji sebagai pemuda polos dan naif, tengah mengalami dilema dengan masa pubertasnya, ia merasa di tekan oleh aturan orang tuanya yang sangat kolot dan over protective. Hingga ada satu peristiwa yang membuatnya kehilangan kepercayaan pada orang tuanya.


Kisah ke-4 sahabat ini menggambarkan generasi millenials saat ini yang memiliki karakter unik dengan permasalahan-permasalahan yang cukup kompleks. Dan dari film ini, kita akan disajikan realita lebih dekat tentang kehidupan generasi millenials sehingga kita dapat mengetahui karakter mereka yang sesungguhnya.


***


Melihat trillernya, membuat aku deg-deg-an dalam menghadapi masa remaja krucils nanti. Karena nggak bisa dipungkiri bergesernya gaya hidup modern akibat era digital melahirkan generasi millenials dengan karakter-karakter unik, yang tentu perlu treatment yang berbeda dengan masa kita remaja. Setidaknya, dari film ini, aku bisa mengetahui apa isi hati mereka dan apa yang sebenarnya mereka harapkan dari kami para orang tuanya. Dan satu catatan penting, mereka sangat kritis. Jadi bersiaplah para orang tua, mulai pelajari treatment apa yang pas untuk menghadapi mereka kelak.


Tentunya, nggak bisa juga mencaplok plek-plek an apa yang ada di film ini. Karena kita punya nilai-nilai agama yang kita anut masing-masing, yang akan menjadi “pagar” bagi anak-anak dalam menjalani masa remaja mereka.


Penasaran nggak niiihhh sama trillernya? Nih coba diintip dulu sebelum nanti tayang di bioskop pada tanggal 9 November 2017.



Gimana? Kaget? Shock? Sama dong…. 
Tapi itulah realita yang siap nggak siap, mau nggak mau akan kita hadapi nanti. Cerita ini bukan berarti melegalkan apa yang 4 remaja ini lakukan, tapi lihatlah dari sisi berbeda. Lihatlah dari pesan-pesan yang ingin mereka sampaikan kepada kita semua. Bahwasanya generasi mereka bukanlah boneka atau pion catur yang bisa kita atur dan kita paksa kemana arah mereka melangkah. Bukan pula kita lepaskan begitu saja. Anggaplah mereka sebagai pasir pantai yang jika kita genggam terlalu erat, maka ia akan keluar dari sela-sela jari. Namun jika kita genggam dengan sedikit luwes, maka ia akan tetap berada dalam genggaman tangan.

Oya, untuk anak-anak remajanya yang ingin memonton film ini, agar didampingi ya. Supaya mereka nggak salah kaprah menganggap apa yang ke-4 remaja dalam film ini lakukan adalah hal lumrah yang boleh mereka lakukan.


***

Sayangnya, menurut aku, film ini hanya mengangkat kisah generasi millenials tingkat atas. Ini terbukti dengan gaya hidup mereka di dalam film. Akan lebih menarik lagi jika film ini menceritakan juga kisah generasi millenials tingkat menengah ke bawah. Karena problematika hidup para generasi millenials nggak hanya dihadapi oleh mereka di tingkat atas.

So, tandain kalendernya ya… Tanggal 9 November 2017.

Post Views: 1,050

Tags : Review

0
In Review
Previous Selalu Up-To-Date Bersama iStyle Indonesia
Next Chrisye Seolah Hidup Kembali

Related posts

Hati-hati dengan Oleh-oleh Khas Bogor yang Sa...

Yakin Mau Makan So Good Chicken Spicy Strip?...

Vitalis Body Wash Dapat Menjaga Keharmonisan...

Reader Interactions

Comments

  1. Tian Lustiana says

    October 24, 2017 at 1:39 am

    Trailernya aja bikin kepo, apalagi filmnya, ga sabar nunggu tayang di bioskop

    Reply
  2. farida says

    October 24, 2017 at 9:57 am

    huff… inhale.. exhale… penasaran abis apa solusi yg ditawarkan dlm film ini 🙂

    Reply
  3. Sonya Tampubolon says

    October 24, 2017 at 11:47 am

    bikin ortu deg2an tapi menggambarkan realita yaaa.. justru jd pembelajaran penting bagi para ortu soal anak remaja

    Reply
  4. phadli antonio says

    October 24, 2017 at 1:13 pm

    kabarnya mba Upi melakukan riset untuk film ini ya. Semoga bisa membuka mata dari konteks kehidupan anak remaja ya. Menunggu filmnya ditayangkan

    Reply
  5. Nurul Dwi Larasati says

    October 24, 2017 at 3:38 pm

    Mba Upi kekinian banget ya bikin film. Berani pula ajak pemain baru. Nonton ahh buat emak-emak milenials

    Reply
  6. Artha says

    October 24, 2017 at 8:06 pm

    Tayangan wajib ortu jaman now biar gak kudet…bs pantau anak2nya lebih dalam juga

    Reply
  7. Teguh Hariyadi says

    October 25, 2017 at 9:08 am

    Salah satu film yang kutunggu tunggu kehdairannya, cepet dong tgl 9 hehe

    Reply
  8. Yesi Intasari says

    October 27, 2017 at 5:32 am

    beneran bikin deg-degan ya mba liat pergaulan kids jaman now begini, jadi penasaran full filmnya kaya gimana.. semoga banyak pelajaran baik yang bisa didapat dari film ini untuk para ortu dan anak-anak jaman sekarang

    Reply
    • Wian says

      November 13, 2017 at 11:42 am

      Yg bikin deg2an adl gimana kita menyikapi mereka nantinya

      Reply
  9. Stefanny Fausiek says

    October 30, 2017 at 7:06 am

    pergaulan anak-anak jaman sekarang emang bikin dag dig dur ser ya

    Reply
    • Wian says

      November 13, 2017 at 11:37 am

      Banget mba

      Reply
  10. Ristin says

    November 5, 2017 at 2:52 pm

    Tiap zaman pasti ada tantangannya, termasuk ortu kita dulu jg deg2an gmn menghadapi kita dulu, nah.. skrg kita nih yg jadi ortu, jd ngerti deh knp dulu ortu banyak larang ini itu… bedanya.. dulu tentang info parenting itu minim banget, skrg info parenting dimana2, jadi sebisa mungkin jadi teman yang mengasyikkan untuk anak tp anak harus tetap hormat pd ortu, duh.. deg2 ser jg sih liat masa remaja anak2 zaman now, semoga anak2 kita selalu dalam lindungan Allah, aamiin…

    Reply
    • Wian says

      November 13, 2017 at 11:15 am

      Aamiin… iya ya mba, stlh jd ortu, kita jd bs memahami sikap ortu kita dulu ke kita.

      Reply
  11. Anonymous says

    November 14, 2017 at 5:59 am

    penasaran nih aku sama filmnya, pesan moralnya bagus ya?

    Reply
  12. zata says

    November 18, 2017 at 12:37 pm

    apalagi aku yah yang punya dua abege di rumah, deg2an juga, hehehe..

    Reply
  13. wuri nugraeni says

    November 20, 2017 at 5:08 am

    ortu jaman now harus ngikuti perkembangan anak ya

    Reply
  14. adi pradana says

    December 27, 2017 at 7:50 am

    Anak saya masih kecil, nontonnya masih nyari yang kartun2… hehehe.

    Reply
    • Wian says

      December 27, 2017 at 11:35 am

      Sama dong. Krucils aku juga masih nyari film kartun.

      Reply

Leave a Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Primary Sidebar

About

Welcome! Nama aku Wian. Kamu bisa mengenal aku lebih dekat dengan meng-klik foto aku. Jika tertarik dengan tulisan aku dan ingin bekerjasama, silahkan menghubungi melalui email she_wian@yahoo.com
Read More

Search

Archives

Categories

Recent Posts

  • TREATMENT MENGATASI BOPENG BEKAS JE...

    Beauty, Sponsored Post
  • ERHA Ultimate, Kulit Kencang dan Ce...

    Beauty
  • Donasi Rambut untuk Pejuang Kanker...

    Event, Lifestyle
  • Review Laneige Water Bank Blue Hyal...

    Beauty
  • Tips Menghilangkan Stress Dengan Hi...

    Lifestyle

Proud of Member

https://www.bloggercrony.com/ https://emak2blogger.com/ https://bloggerperempuan.com/ # https://www.jakartabeautyblogger.com/jbb-insider/

Achievement

    #     #    #
@she_wian
This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Copyright © thehermawansjourney.com Re-design by momsodell